COFF3 – Judges

Judges on duty at COFF 3 Yogyakarta

Ken Steven (Indonesia)
Arvin Zeinullah (Indonesia)
Joko Lemazh (Indonesia)
Prof Dr. Shahanum (Malaysia)
IGN. Wiryawan Budhiana (Indonesia)

Ken Steven, seorang kondakter dan komposer muda berbakat Indonesia yang sudah banyak menorehkan prestasi dalam kancah paduan suara Indonesia maupun dunia. Profilnya dimuat dalam composer’s corner edisi ke-36 International Choral Buletin “The Musical Colors of Indonesia”. Ia memulai studi musiknya dalam bidang paduan suara di bawah bimbingan Bapak Daud Kosasih, M.A.C.M dan lulus dengan predikat terbaik dari The Asian Institute for Liturgy and Music dalam bidang komposisi dan direksi paduan suara di bawah bimbingan para pakar paduan suara ternama Filipina, seperti: Dr. Francisco F. Feliciano, Ralph Hoffman, Prof. Eudy Palaruan, Arwin Tan, Christopher Borela, Joel Aquino, dll.

Sebagai komposer, karyanya dikenal melodius, unik, dan menarik. Karyanya pun telah banyak ditampilkan oleh banyak paduan suara dalam berbagai festival dan kompetisi paduan suara nasional maupun internasional.

  1. Meraih Juara I “Lomba Komposisi Lagu Kesatuan ASEAN 2014” di Salatiga
  2. Juara I “Kompetisi Dirigen Paduan Suara Dalam Rangka Tahun Emas Avip Priatna 2015.”
  3. Juara ke-2 (Musica Profana A) dan Juara ke-3 (Musica Profana B) dalam Kompetisi Komposisi Musik Dalam Rangka Tahun Emas Avip Priatna 2015.”
  4. Meraih predikat Most Promising Young Conductor/Kondakter Muda paling menjanjikan dalam Festival Paduan Suara Internasional “A Voyage of Songs” tahun 2015 di Malaysia dan “Orientale Concentus IX” tahun 2016 di Singapura.
  5. Outstanding Participant dengan perolehan 2 Gold Prizes dan 2 Silver Prizes (Choral Composition Competition) – The 6th Satya Dharma Gita National Choir Festival 2017, Semarang, Indonesia.
  6. 1st and 2nd Prize of Canticum Novum (Choral Composition Competition) at The 21st International Choral Competition Cro Patria 2017 di Split, Kroasia.

Merupakan pendiri/kondakter dari Medan Community Male Choir yang merupakan salah satu paduan suara pria terbaik kota medan dan sudah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan.

Arvin Zeinullah memulai karir paduan suaranya saat bergabung dgn PSM Unpad sejak awal kuliah hingga lulus sbg Sarjana Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Komunikasi th. 2002. Ia melanjutkan studi dan meraih gelar Master Pendidikan Musik di Universitas Pendidikan Indonesia th. 2010. Selain sbg pelatih utama PSM IPB Agria Swara sejak 2003, ia juga aktif sbg pelatih utama PSM Unpad sejak 2001. Saat ini juga menjabat sbg dewan guru dan aktif sbg instruktur vokal di Pusat Pendidikan Musik Vokal Jakarta, Gita Svara.

Arvin pernah menimba ilmu vokal dgn bergabung berbagai paduan suara dalam dan luar negeri ; Twilite Chorus (2002-2004), Jakarta Conservatory Vocal Ensemble (2002-2004), Asian Youth Choir di Nigita, Jepang (2004, 2005, 2007), Musicanova Chamber Choir, Asiaccatura, Rechords Vocal Ensemble, dan Batavia Madrigal Singers. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan utk memperkaya wawasan musiknya bersama Avip Priatna, Addie MS, Chifuru Matsubara, Ivan Yohan dan banyak musisi klasik lainnya.

Sebagai konduktor, Arvin meraih sejumlah penghargaan di berbagai kompetisi internasional: Best Conductor di “International Budapest Choir Competition” Hungaria. “Rimini International Competition” Italia, “International Habanera Choir Contest” Spanyol. Pada th. 2018, Arvin kembali meraih Special Jury Award for Excellent Conductor di “7th Bali International Choir Festival”.
Tahun 2019 ini, ia mengantarkan PSM Unpad meraih 7 penghargaan dlm penampilan dan interpretasi musik, menjadi paduan suara mahasiswa Indonesia pertama yg menembus European Grandprix for Choral Singing di Guido d’Arezzo Italia dan akan bersanding dgn juara lainnya di Debrecen, Hungaria 2020 mendatang.

Bagi Arvin, hal yg bernilai dlm berpaduan suara adlh bgmna menghidupkan musik sehingga dpt menggugah setiap orang yg mendengar. Dgn talenta musiknya, Agria Swara dan PSM Unpad meraih berbagai penghargaan dlm interpretasi lagu, interpretasi bahasa asing, menjawarai berbagai kompetisi dalam dan luar negeri serta terus memberikan inspirasi bagi perkembangan paduan suara di Indonesia.

His real name is Joko Suprayitno, but is more often called Joko “Lemazh” (lemes) because of his extremely polite and shy personality. He is a composer, arranger, and also a principal lecturer in composition, majoring in music at Institut Seni Indonesia. Many workshops and masterclasses he attended, including The Asean Music Workshop (1988 and 1991), Java-Bali Concert Tour by ISI Brass Quintet with Raymond Vievemanns (Netherland).

His works and musical arrangements have been played by various orchestras including: Indonesia Wind Orchestra (Yuana Arifin), Cisya Kencana Orchestra (Hendra Yanuardi, Singgih Sanjaya), ISI Studsy and ISI Symphony Orchestra (Budhi Ngurah), Jakarta Philharmonic Orchestra (Yudianto Hinupurwadi), Twilite Sanjaya), ISI Studsy and ISI Symphony Orchestra (Budhi Ngurah), Jakarta Philharmonic Orchestra (Yudianto Hinupurwadi), Twilite Sanjaya Orchestra (Addie MS), Nusantara Symphony Orchestra (Hikotaro Yazaki), Jakarta Concert Orchestra (Avip Priatna), and many more.

His music works are more than hundreds and are often played for bands, ensembles and orchestras. Here are some of the great compositions of music he has written:

  1. Fantasia for Cello and Piano (with Sulistyo Utomo) (1995)
  2. Dance for Drunker, for Woodwind Quintet (1996).
  3. Lirkanah, for Violin and Orchestra, presented by IG Bagus Wiswakarma and Cisya Kencana Orchestra. (2001)
  4. Fantasia for Piano and Orchestra (theme from Indonesia Pusaka – Ismail
    Marzuki), performed by Ananda Sukarlan and Twilite Orchestra. (this work had performed at Concert Hall Sydney Opera House, Sydney by Levi Gunardi and Twilite Orchestra). (2002)
  5. “Soleram” for String Orchestra, Harpa and English Horn performed by Prague Philharmonic Orchestra. (2011)
  6. “Variations On Tanah Airku for Clarinet and Orchetra” preformed by Nino Ario Wijaya and Avip Priatna, Jakarta Concert Orchestra (2012).
  7. “Sipatokaan” for Orchestra, performed by Prague Philharmonic Orchestra (2014).
  8. “LIR-CUWENG”, performed by 4SAXESS from Austria (2014)

Shahanum Mohd Shah is Professor of Music Education at the Faculty of Music, UniversitiTeknologi MARA Malaysia where she is currently the Director of the Curriculum Affairs Unit UiTM. Shahanum completed her PhD and Masters in Music Education at Indiana University, Bloomington, USA and her undergraduate degree in Performance at Adelaide University, Australia.

Her varied involvement in the music scene also includes adjudicating many national and international music competitions and festivals for marching band, wind orchestra, gamelan, piano, and choir.

Shahanum is active in the music education scene in Malaysia where her expertise is sought after in different ways. Shahanum is currently the President of the Malaysian Band Association, Executive Council Member of the Southeast Asian Directors of Music Congress, Chair of the Executive Board, Asian Marching Band Confederation and a member of several music associations. She is also currently involved with the Malaysian Qualifications Agency, Malaysia Examination Syndicate and has been appointed as external examiner/advisory panel in various capacities for certain universities and organizations.

Her research interests include psychology of music, music teaching and learning, assessment, and the Malay gamelan. She frequently presents at both national and international conferences and has been invited as panel speaker, workshop presenter and has published in books and journals.

She has wide experiences in research, workshops, and marsterclasses at many universities; InstitutSeni Indonesia-Jogja, UniversitasPendidikan Indonesia-Bandung, Oberlin College-Conservatory of Music, Ohio-USA, Western Carolina University, North Carolina-USA, Warren Wilson College, North Carolina, USA, Kutztown University, Pennsylvania-USA, Taylor University, Indiana-USA

Budhi Ngurah seorang cellist, komponis, music director dan akademisi yg sangat produktif saat ini. Pendidikan musiknya diawali dari SMIND (SMM Yogya). Kemudian Sastra Musik di ISI Yogyakarta dan Ilmu Humaniora di UGM. Ia belajar Cello pada R. Roesman (Indonesia), Timothy Huges (Inggris), Liem Kek Beng (Belanda), dan Rene Berman (Belanda).

Belajar Kondakting dgn Ed. Van Ness (Amerika), Fumiyoshi Maezawa (Jepang), Arie van Beck (Belanda) dan Dartington International Summer School (Inggris) di bawah bimbingan Dr. Alec Roth dan Diego Mason (Perancis). Ia menjadi konduktor professional dan juga music director di beberapa orchestra dan ansambel seperti; Orkes Simfoni ISI Yogyakarta, Orkes Mahasiswa ISI Yogyakarta, Cisya Kencana Orchestra, Indonesia Wind Orchestra (IWO), Student Symphonic Band ISI Yogyakarta (STUDSY-Band), Yogya Cello Ensemble (YCE), dan F-Hole String Orchestra. Ia aktif pula sebagai kondakter paduan suara.

Dalam dunia komposisi, karya-karyanya sarat dengan eksperimentasi eksplorasi idiom musik tradisi dan pengolahan struktur/bentuk sbg karakter yang menonjol dalam gaya komposisinya. Karya-karyanya telah ditampilkan di beberapa konser dan festival musik internasional ; Asian Contemporary Concert, Yogyakarta Contemporary Music Festival, Amsterdam, dan Jepang. Bbrp karyanya dimainkan oleh Melbourne Symphony Orcheatra, dan juga violinist Chiyoko Noguchi (Jepang). Saat ini ia aktif mengajar teori komposisi, aransemen musik, analisis musik kontemporer, instrument cello, dan kondakting di ISI Yogyakarta, ISI Padangpanjang dan UKRIM Yogyakarta, serta beberapa music college dan universitas musik lainnya. Selain itu ia juga aktif menulis artikel, jurnal dan pengkajian musik khususnya yang berkaitan dengan teori penciptaan, analisis musik dan teori komposisi.

COFF 3 2019 Orchestra Guide

Terms of ORCHESTRA

DESCRIPTION

The COFF’s Orchestra Festival adalah festival yang memberikan kesempatan bagi para pemain musik dan grup Marching Band maupun grup independen untuk tampil berkompetisi diatas panggung dalam format yang sederhana, dengan jumlah pemain antara 12 hingga 50 orang (tergantung kategori yang diikuti)

 

INSTRUMENTATION

Semua jenis alat musik boleh digunakan ; Brass ; Trumpet/Flugel, Mellophone, French Horn, Trombone, Baritone/Euphonium, Tuba Woodwind ; Flute, Oboe, Clarinet, Saxophone, Bassoon Percussion/Combo ; Piano/Keyboard, Keyboard Percussions, Drumset, Timpani, Bass, etc. Others ; Melodion (Pianika), Recorder (Suling), Violin, Cello, Guitar, etc.

 

PERFORMANCE TIME

Total waktu penampilan dibatasi 15 menit di atas panggung, termasuk maks. 1 menit tuning, waktu penampilan maksimal 10 menit (minimal memainkan 2 lagu), dan untuk masuk dan keluar panggung.

 

PERFORMANCE DIVISIONS

  1. Pada formulir pendaftaran, harap mengisi kategori yang sesuai dengan kemampuan/skill bermain dan juga tingkat kesulitan musik yang dibawakan.
  2. Festival ini terbuka bagi semua tingkatan grup, baik yang berasal dari komunitas umum maupun yang berafiliasi dari grup drum band/marching band.

 

GENERAL DESCRIPTION

  1. Kompetisi ini terbuka bagi semua tingkatan grup marching band maupun grup independen
  2. Sangat disarankan Kondakter/Dirigen sebaiknya adalah pelatih atau guru

 

HOW TO JUDGE

  1. Banyaknya jenis peralatan tidak mutlak berpengaruh terhadap penilaian.
  2. Juri hanya akan menilai pemanfaatan alat musik yang dimainkan. Tidak ada keharusan untuk membawa instrumen yang beragam.
  3. Penilaian musik lihat penjelasan pada bagian lain handbook ini.

 

ASSESMENT & ADJUDICATION

  1. Keputusan dewan juri adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat
  2. Jika dalam 1 kategori hanya diikuti kurang dari 2 peserta maka gelar juara kategori tidak dapat diberikan.
  3. Tiga unsur musik yang dinilai oleh dewan juri ;
    1. TECHNIQUE (dynamic, phrasing, articulation, rhythmical performance/coordination)
    2. MUSICALITY (style/interpretation, ensemble, sound quality, harmonizing)
    3. ARTISTRY (repertoire, teamwork, keeping the time limit, entering and leaving the stage).
  4. Berdasarkan hasil nilai yang dicapai, peserta akan diberikan penghargaan sesuai dengan aturan internasional, sebagai berikut ;
    • 90,01 – 100 excellent GOLD with honours
    • 75,01 – 90 very good GOLD
    • 55,01 – 75 satisfactory SILVER
    • 00,00 – 55 participant BRONZE

 

SELECTION of MUSIC

  1. Repertoire yang dimainkan sebaiknya sesuai dengan tingkat kemampuan dan cukup memenuhi unsur-unsur standar dalam kriteria penilaian.
  2. Boleh menggunakan musik dari literatur umum dan tidak ada batasan jenis musik yang dibawakan.
  3. Tiap peserta harus membawakan minimal dua 2 lagu
  4. Repertoire yang menampilkan/menonjolkan permainan solo, duet, trio, quartet, atau ensemble kecil dibatasi maksimum hanya 2 menit secara keseluruhan sepanjang penampilan.

 

MUSIC SHEET

  1. KHUSUS KATEGORI CONCERT BAND, grup peserta wajib mengirimkan musik yang akan dimainkan ;
    • 1 set copy partitur (fullscore) per lagu dalam bentuk PDF, dikirimkan ke email panitia, selambatnya 30 November 2019. Partitur tersebut hanya digunakan untuk keperluan penjurian.
    • Tiap peserta bertanggungjawab penuh terhadap hak cipta/pemakaian musik/lagu yang dibawakan untuk pertandingan. Menggunakan lagu musik tanpa seijin pencipta/arranger sangat dilarang.

 

STAGE & REHEARSAL

  1. Tiap peserta akan mendapatkan waktu untuk Uji Coba Panggung GRATIS selama 15 menit tanpa untuk memastikan artistik suara dan pengaturan posisi di atas panggung.
  2. Kursi dan Podium conductor akan disediakan oleh panitia. Panitia juga menyediakan 1 buah Drum Set Akustik yang boleh digunakan oleh peserta.

 

GUIDELINES & LIMITATIONS

  1. Alat musik elektronik dan keyboard BOLEH digunakan jika harus dimainkan sesuai partitur. Tetapi TIDAK BOLEH digunakan sebagai untuk menggantikan suara instrument lainnya.
  2. Tidak ada pembatasan terhadap jenis alat musik
  3. Alat musik perkusi adalah apapun jenis perkusi (tidak harus battery percussion).

 

More detail

Online Registration

Rules & Handbook

Invited My Team

COFF 3 – 2019 CHORAL GUIDE

Terms of CHORAL

CRITERIA

The COFF3 is only open to non-professional choirs (competitive teams only).

MAXIMUM CHOICE OF CATEGORIES

All choirs are eligible to compete in more than one categories, but can only choose 1 (one) category from AGE category. For choirs competing in two categories, the repertoire for each category must be different.

SINGING DURATION

For all categories the allotted pure singing time limit is 8 and 10 minutes (depend on category). This time limit excludes the time incurred by applause or by stage entry/exit. Piece durations must be accurately submitted in the application form.

CHOREOGRAPHY

While choreography is allowed, only the music will be judged during the competition (Except Folklore Category).

PROHIBITION

Any use of unauthorized video or sound recording, MICROPHONE, amplification of voices or instruments other than the setup provided at the venues is strictly prohibited.

MUSIC SHEET

  1. Choirs must send the digital copies of scores in PDF format via Email by October 31, 2019, AND send 5 original copies of each performance piece to the COFF3 office address until November 20, 2019. Submitted original copies of scores will be used only for judging.
    • CHOIRS CAN BE PENALIZED FOR NOT SENDING THE 5 SET OF SCORES TO THE JCOFF OFFICE IN THE MAIL UNTIL November 20, 2019 (postmark deadline).

  2. After application is submitted, repertoire changes (including an order of performance) are allowed by November 20, 2019.
  3. All participating choirs are individually responsible for honoring copyright and performance rights of the songs during the competition. The use of unauthorized / reproduced copies is strictly prohibited.

STAGE REHEARSAL

Each participant could get time slot for stage rehearsal to check the sound artistic and stage blocking to find the best position for sound quality and visualization on performance.

SPECIAL JURY AWARD

The jury can award special prizes or allow participation in the special session if they deem a particular choir or conductor to deserve so

MEET THE JURIES

Every participants can send maximum 3 persons as representative to consult and receive advices directly from the experts as an evaluation to improve future performances. This session allows the Jury to provide valuable feedback, advice and tips for the conductors post-competition – a perfect platform for conductors and choirs to learn and improve.

More detail

Online Registration

Rules & Handbook

Invited My Team